ACEH UTARA, News Citra Aceh — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman, menegaskan pentingnya pembinaan sepak bola usia dini sebagai langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Aceh di kancah nasional. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menyaksikan langsung pertandingan babak delapan besar Open Turnamen Sepak Bola U-18 Piala Ketua KONI Aceh di Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Minggu, 30/8.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Marciano menyaksikan duel antara Lhokseumawe FC yang menghadapi Akhyar GLD asal Kabupaten Pidie. Kedua tim tampil dengan performa tinggi sejak menit awal, menciptakan peluang-peluang berbahaya di gawang lawan. Namun, hingga waktu normal berakhir, skor tetap imbang 0-0. Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti yang penuh ketegangan.
Lhokseumawewe FC yang mengenakan kostum biru putih akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang dalam adu penalti tersebut. Kemenangan ini memastikan langkah mereka melaju ke babak selanjutnya dalam turnamen yang bertujuan mencari bibit-bibit unggul sepak bola muda Aceh ini. Kehadiran Ketum KONI Pusat memberikan semangat tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal di setiap pertandingan.
Marciano Norman hadir dalam acara tersebut didampingi oleh Ketua KONI Aceh, Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya, serta Ketua KONI Aceh Utara, M. Dahlan atau Mak Lan. Kehadiran pimpinan tertinggi KONI Pusat ini menunjukkan perhatian serius dari pusat terhadap perkembangan olahraga, khususnya sepak bola, di daerah Aceh.
Usai menyaksikan pertandingan, Marciano mengaku bangga dan memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen sepak bola U-18 tersebut. Ia menilai, penyelenggaraan event semacam ini sangat penting untuk memberikan wadah bagi para pemain muda Aceh mengasah bakat dan kemampuan mereka di lapangan yang sesungguhnya.
“Saya merasa bangga, hormat, dan memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua KONI Aceh yang telah menyelenggarakan event sepak bola U-18 dalam perebutan Piala Ketua KONI Aceh,” ujar Marciano dengan nada penuh apresiasi.
Menurutnya, pertandingan yang disaksikan secara langsung menunjukkan bahwa pemain muda Aceh memiliki potensi dan bakat yang tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut. Teknik permainan, kerja sama tim, dan semangat yang ditunjukkan para pemain menjadi bukti bahwa Aceh memiliki sumber daya manusia yang berkualitas di bidang olahraga.
“Kedua tim bermain sangat baik. Dalam usia tersebut memiliki bakat yang sangat tinggi. Kita harapkan dari kejuaraan sepak bola ini lahir pemain sepak bola Aceh yang juga bisa mewakili provinsi pada Pekan Olahraga Nasional dan mereka bisa bermain dalam liga sepak bola yang diselenggarakan di Indonesia,” katanya menegaskan.
Marciano berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi momentum kebangkitan sepak bola Aceh. Ia mengingatkan bahwa Aceh pernah melahirkan pemain-pemain berbakat yang mampu memperkuat tim nasional Indonesia, dan hal itu bisa terulang kembali dengan pembinaan yang tepat sejak usia dini.
“Saya harapkan ke depan Aceh akan bangkit kembali. Dulu Aceh juga pernah punya pemain sepak bola yang bermain untuk tim nasional. Dari event ini diharapkan bisa lahir pemain yang bisa menjadi harapan Aceh di masa yang akan datang,” ujarnya dengan penuh harap.
Tidak hanya berbicara mengenai kompetisi, Marciano juga menyinggung pentingnya dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembinaan pemain muda. Tanpa fasilitas yang memadai, pembinaan bakat-bakat muda akan sulit berjalan maksimal.
Ketua KONI Pusat memberi dukungan kegiatan yang dilaksanakan oleh Koni Aceh, beliau menambahkan, KONI Aceh perlu membangun komunikasi dan duduk bersama Pemerintah Aceh serta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk membahas penguatan pembinaan olahraga, khususnya sepak bola. Sinergi antara pemerintah dan lembaga olahraga menjadi kunci keberhasilan.
“Dukungan KONI Pusat untuk sarana lapangan untuk pembinaan pemain bola. Ketua KONI bisa duduk bersama gubernur dan DPRA untuk pembinaan,” katanya menegaskan komitmen dukungan dari pusat.
Marciano juga menyatakan kesiapan KONI Pusat untuk berkoordinasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan kementerian terkait guna mendukung pengembangan sepak bola di Aceh. Langkah ini dilakukan agar program pembinaan sepak bola di Aceh sejalan dengan program nasional.
“Tentunya saya di pusat juga akan berkoordinasi dengan PSSI dan kementerian terkait, dan apa yang dicita-citakan oleh masyarakat Aceh bisa tercapai,” pungkasnya, menutup pernyataan dengan optimisme tinggi terhadap masa depan sepak bola Aceh.
Dengan dukungan penuh dari KONI Pusat, diharapkan turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi lahannya bibit-bibit unggul sepak bola Aceh yang akan mengharumkan nama daerah dan bangsa di masa depan.
