![]() |
| Penjabat (Pj) Bupati H Darmansah SPd MM bersama Rektor Abulyatama Banda Aceh, Ir Raden Agung Efriyo Hadi MSc Phd IPM, saat temu pers di Blangpidie. |
ABDYA, News Citra Aceh - Penjabat (Pj) Bupati H Darmansah SPd MM bekerjasama dengan pihak akademisi dari Universitas Abulyatama Banda Aceh untuk menekan angka stunting di Kabupaten Berjulukan Bumoe Breuh Sigupai Abdya.Rabu (15/2/2023).
Darmansah, kepada sejumlah awak media, mengatakan, upaya menurunkan angka stunting di Abdya perlu dilakukan secara bersama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan menggandeng akademisi dalam hal penanganan stunting yang merupakan program secara nasional.
“Universitas Abulyatama telah memiliki pengalaman diberbagai kabupaten dan mereka juga memiliki Fakultas Kesehatan terlengkap yang di dalamnya memiliki standar alat ukur stunting yang mumpuni,”kata Pj didampingi Rektor Universitas Abulyatama, Ir Raden Agung Efriyo Hadi MSc Phd IPM dan Dr Lensoni MKes selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Abulyatama di Blangpidie.
Seterusnya,Upaya penekanan angka stunting di Abdya ini akan dilakukan dalam jangka waktu enam bulan kedepan. semua pihak juga ikut terlibat termasuk masyarakat pada umumnya agar sama-sama menjaga pola hidup sehat, sehingga persoalan stunting di Abdya akan tuntas.
"Darmansah optimis, angka stunting yang sempat mencuat di Abdya akan segera turun dalam waktu singkat. Tentunya harus mendapat dukungan penuh serta kerja keras seluruh lapisan masyarakat Abdya,"sebutnya.
Sementara, Rektor Universitas Abulyatama Ir Raden Agung Efriyo Hadi MSc Phd IPM, menyebutkan, bahwa pihaknya telah mematenkan alat ukur stunting untuk anak umur dibawah 5 tahun. dan Ada tiga Kabupaten yang sudah diuji coba dan telah berhasil, seperti Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya yang turun hingga 40% dan Pidie Jaya masih berjalan hingga saat ini. Maka dari itu, dalam jangka waktu enam bulan kedepan, pihaknya akan melakukan hal serupa. karenanya dia meminta dukungan dan kerjasama dalam mengatasi persoalan stunting ini agar dapat dituntaskan dengan baik. Iimbuhnya Rektor Ir.Raden
Disebutkan, ada beberapa langkah yang akan dilakukan pihaknya dalam upaya itu seperti dengan mendoktrin pola hidup sehat dalam hal pencegahan. Sementara dalam penanganan Balita yang terkategori stunting, pihaknya menggunakan strategi pemberian asupan gizi yang baik seperti beras kualitas murni, telur dan susu murni, termasuk buah dan kacang-kacangan.tuturnya.
Namun demikian, kata Rektor, persoalan stunting ini lebih kepada pola hidup. Belum tentu orang yang pendek sudah disebut stunting, karena standar pengukuran stunting itu dilihat dari berat dan tinggi badan harus sesuai dengan umur si anak. Stunting lebih dipengaruhi oleh perilaku kehidupan sehari-hari. Pola makan yang tidak terpantau, konsumsi makan pada anak berkurang dan budaya memakan sayur yang juga kurang. dengan menjaga pola hidup sehat sudah tentu angka stunting di Abdya akan turun.
“Nah mari bersama-sama seluruh lapisan masyarakat Abdya untuk mengurangi stunting di daerah yang mempunyai 152 gampong ini,” demikian pungkasnya. (Nazli)
