BANDA ACEH, News Citra Aceh – Satu ekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jantan berusia sekitar 10 tahun ditemukan mati setelah terbawa arus banjir dan terdampar di Dusun Pante Geulima, Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pada hari Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Informasi mengenai kematian satwa tersebut diterima BKSDA Aceh dari Kepala Desa Meunasah Lhok. Dalam komfrensi pers Kepala Balai BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, Rabu, 7 JANUARI 2026 menyampaikan.
Pengecekan lokasi dilakukan pada keesokan harinya (29/11/2025) oleh tim gabungan 3 personil BKSDA Aceh (termasuk dokter hewan) dan 4 personil Polres Pidie Jaya setelah koordinasi. Hasil post mortem menunjukkan tidak ada luka pada badan satwa, dengan usia bangkai sekitar 4 hari saat ditemukan. Gadingnya patah dan penyebab kematian dipastikan akibat terseret arus banjir bandang.
Karena akses sulit, lokasi masih terendam banjir, dan tidak adanya alat berat, dilakukan penguburan darurat dengan menyeterilkan lokasi serta menutup bangkai menggunakan tanah lumpur dan serpihan kayu, diikuti monitoring berkala.
Pada tanggal 10 Desember 2025, monitoring ulang menunjukkan bangkai mulai pecah dan membusuk. Petugas melakukan penimbunan manual lagi dan mengamankan sisa gading berpasangan dengan panjang masing-masing 38 cm dan 36 cm.
Pada tanggal 6 Januari 2026, saat monitoring lanjutan, bangkai hanya tersisa tulang belulang dan tengkorak dengan bau busuk sudah menghilang. Namun, lokasi penguburan diduga dibongkar akibat isu adanya gading tersisa, sehingga dilakukan penutupan kembali dengan terpal dan penambahan timbunan tanah.(Jf).
Rencananya, pada tanggal 13 Januari 2026, tulang belulang dan sisa-sisa organ gajah akan dipindahkan ke PLG Saree, Kabupaten Aceh Besar untuk penguburan permanen.
