![]() |
| (Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali.SE.MM) |
Namanya kini harum sebagai pemimpin legislatif, namun sedikit yang tahu betapa kerasnya jalan yang telah ia tempuh. Arafat bukanlah pemimpin yang lahir dari kemewahan, melainkan sosok yang ditempa oleh api perjuangan dan derita zaman.
Pejuang yang Berpayung Langit
Di masa konflik Aceh yang berkepanjangan, hidup adalah pertarungan mati. Arafat adalah salah satu dari ribuan putra Aceh yang memilih jalan perjuangan. Ia hidup dengan "payung langit, tikar tanah, dan dinding pohon". Di bawah guyuran hujan dan terik matahari, ia bertahan hidup di tengah hantaman peluru, gemuruh tank, dan ledakan mortir.
Namun, di tengah gempuran itu, jiwa kepemimpinannya justru bersinar terang. Keberanian dan strateginya mengantarkannya naik pangkat hingga dipercaya memimpin Pasukan Siwah Agam Daerah II Tgk ChiekDi Plieng, Wilayah Samudera Pasee. Ia memimpin pasukan dengan gagah berani, menjunjung tinggi kehormatan tanah kelahirannya.serta taat pada perintah atasannya.lllllll
Dari Medan Perang ke Gedung Parlemen
Ketika perdamaian Aceh terwujud, pedang pun kembali tersarung. Namun, semangat pengabdian Arafat tidak pernah padam. Ia bertransformasi dari seorang komandan tempur menjadi negarawan yang bijaksana.
Kearifan dan ketenangannya membuat ia tetap dipandang sebagai panutan di tengah masyarakat. Hingga saat ini, ia dipercaya memegang amanah sebagai Ulee Sagoe Tgk Chiek Di Buloh, sebuah kehormatan adat yang membuktikan bahwa ia tidak hanya pemimpin di medan laga, tetapi juga pemimpin dan harapan di hati kerabat dan rakyat.
Kiprahnya di dunia politik pun luar biasa. Ia telah melewati tiga periode mengabdi di DPRK Aceh Utara: satu periode sebagai anggota, dan kini memasuki kedua priode sebagai Ketua, yang akan mengemban tugas hingga tahun 2029 mendatang. Kepercayaan yang diberikan rakyat ini adalah bukti nyata integritas dan kerja kerasnya.
Kekuatan di Belakang Layar
Di balik sosok tegas dan berwibawa itu, terdapat cerita tentang keluarga dan perjuangan pribadi. Arafat adalah anak keempat dari enam bersaudara yang tumbuh dengan penuh lika-liku kehidupan.
Perjalanan panjangnya hingga bisa duduk di kursi kepemimpinan parlemen tidak lepas dari doa dan dukungan setia sang istri tercinta, Julina. Bersamanya, Arafat berjuang dari nol, membuktikan bahwa dengan ketekunan dan keikhlasan, seorang pejuang bisa menjadi harapan baru bagi masyarakat.
Kini, Arafat hadir bukan hanya sebagai wakil rakyat, melainkan sebagai bukti nyata bahwa masa lalu yang kelam bisa diubah menjadi masa depan yang gemilang bagi Aceh Utara.(**)
