News Citra Aceh

Dari Kampus untuk Masyarakat, Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Perkuat Literasi di Desa Tanjung Putus


Langkat, newscitraaceh.com

Dari ruang-ruang akademik, pengetahuan tidak berhenti di bangku perkuliahan. Ia dibawa lebih jauh, hadir di tengah masyarakat, dan diupayakan menjadi bagian dari perubahan. Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Langsa bersama dosen di MIS Islamiyah Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Mengusung tema “Pengembangan Literasi dan Komunikasi Edukatif untuk Guru dan Siswa Madrasah Ibtidaiyah,” kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan dosen untuk memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kualitas pendidikan di masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa yang dilaksanakan pada 8–22 Agustus 2026. Kegiatan melibatkan Kelompok 5 dan Kelompok 6 Desa Tanjung Putus, dengan pendampingan tim dosen yang terdiri atas Siti Habsari Pratiwi, M.Pd., Wahyuni, M.Pd., dan Masdalifah Sembiring, MA.

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Di tengah derasnya arus informasi, literasi menjadi bekal penting bagi siswa untuk memahami, memilah, mengolah, dan menyampaikan informasi secara tepat. Kesadaran tersebut menjadi salah satu pijakan dalam kegiatan pengabdian di MIS Islamiyah Tanjung Putus. Melalui pengembangan literasi, siswa didorong untuk lebih dekat dengan aktivitas membaca, memahami informasi, serta berani mengekspresikan gagasan. Di sisi lain, komunikasi edukatif menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang hidup. Hubungan antara guru dan siswa tidak hanya dibangun melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui dialog, interaksi, dan ruang untuk saling mendengarkan. Dengan pendekatan tersebut, proses belajar diharapkan tidak berlangsung satu arah. Siswa diberikan ruang untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran.

Kehadiran mahasiswa KKN bersama dosen di Tanjung Putus juga menjadi gambaran bagaimana perguruan tinggi dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerjemahkan ilmu yang diperoleh di kampus ke dalam pengalaman nyata. Mereka tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat, berkomunikasi dengan lingkungan pendidikan, serta mencari solusi bersama. Sementara bagi dosen, kegiatan pengabdian menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus membangun hubungan akademik yang lebih dekat dengan masyarakat dan lembaga pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata, tetapi dapat meninggalkan manfaat yang terus berkembang di lingkungan madrasah.

Kegiatan KKN dan pengabdian kepada masyarakat pada hakikatnya merupakan bagian dari perjalanan ilmu pengetahuan itu sendiri. Ilmu yang diperoleh di kampus menemukan maknanya ketika mampu memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan di Tanjung Putus, IAIN Langsa menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari sekadar agenda akademik, kegiatan ini menjadi pertemuan antara pengetahuan, pengalaman, dan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa membawa energi dan gagasan, dosen menghadirkan pendampingan akademik, sementara madrasah menjadi ruang tempat semuanya bertemu dan tumbuh bersama.

Dari Tanjung Putus, pesan itu sederhana namun bermakna: literasi dimulai dari kebiasaan kecil, komunikasi tumbuh dari kemauan untuk saling mendengar, dan pendidikan akan semakin kuat ketika kampus dan masyarakat berjalan bersama. (Red)

Lebih baru Lebih lama