![]() |
| (Teks: photo bersama Tim pelaksana Sektariat DPRK Aceh Utara). |
LHOKSUKON, News Citra Aceh — Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara tidak sekadar hadir sebagai peserta dalam Expo Harlah Samudera Pasai ke-800 Tahun 2026. Melalui stan yang dibuka di pelataran Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng, Lhoksukon, lembaga ini sekaligus membuka ruang informasi publik serta memperkenalkan produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang mulai jarang ditemui.
Expo yang berlangsung sejak Senin, 7 September hingga 13 September 2026 ini menjadi momentum istimewa bagi Sekretariat DPRK Aceh Utara untuk memperkenalkan lebih dekat aktivitas, tugas, dan fungsi lembaga legislatif kepada masyarakat luas.
Kepala Sekretariat DPRK Aceh Utara, Drs. Saiful Basri, M.A.P., saat ditemui di stan Expo pada hari pembukaan, Senin (7/9/2026), menyampaikan bahwa berbagai informasi terkait aktivitas kelembagaan sengaja ditampilkan agar masyarakat dapat memahami proses kerja legislatif secara lebih terbuka dan transparan.
“Kita menampilkan semua dokumen yang ada di DPRK, termasuk Pamanleg, kemudian yang menyangkut AKD (Alat Kelengkapan Dewan), dan berbagai hal yang berkaitan dengan proses pelaksanaan kegiatan di DPRK,” ujar Saiful.
Menurutnya, materi yang ditampilkan tidak terbatas pada dokumen formal semata, melainkan juga mencakup gambaran aktivitas keseharian dewan dalam menjalankan amanah masyarakat. “Yang lain-lain juga kita tampilkan, termasuk kegiatan kita sehari-hari,” tambahnya.
Selain memperkenalkan kelembagaan, Sekretariat DPRK Aceh Utara turut menjadikan ajang ini sebagai ruang promosi potensi ekonomi daerah. Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah Timphan TeuToet atau Timpan Bakar, kuliner khas dari Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, yang kini mulai jarang ditemui.
Kehadiran produk tersebut bukan kebetulan. Sekretariat DPRK sengaja memberi ruang bagi produk-produk lokal yang keberadaannya mulai sulit ditemukan di tengah masyarakat, agar kembali dikenal dan dinikmati generasi sekarang.
“Kita juga mempromosikan UMKM Kabupaten Aceh Utara. Ada produk-produk yang sudah jarang orang menjualnya. Kita coba dapatkan kembali supaya bisa dinikmati oleh masyarakat sekarang,” jelas Saiful.
Lebih dari sekadar pameran, upaya ini dinilai sebagai langkah menjaga warisan budaya sekaligus mendorong keberlangsungan produk-produk khas daerah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Dengan demikian, kehadiran Sekretariat DPRK Aceh Utara di Expo Harlah ke-800 Samudera Pasai ini menjadi dua hal sekaligus: membuka transparansi lembaga kepada rakyat, sekaligus merawat dan menghidupkan kembali kekayaan kuliner serta ekonomi lokal Aceh Utara.(Adv).
