LHOKSUKON, News Citra Aceh – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh berbagai unsur pemerintahan di Kabupaten Aceh Utara. Pada Selasa (6/1/2026), sejumlah instansi daerah bersinergi melaksanakan kegiatan gotong royong yang berlangsung di Dayah Darul Aman, Desa Tanjong Dalam, Kecamatan Langkahan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap lembaga pendidikan Islam yang menjadi pilar penting di daerah tersebut.
Kegiatan bakti sosial ini diikuti secara antusias oleh gabungan pihak dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara beserta jajaran Sekretariat DPRK. Kehadiran wakil rakyat dan staf sekretariat ini menunjukkan perhatian khusus lembaga legislatif terhadap perkembangan dayah dan kesejahteraan para santri di wilayah kerjanya.
Selain dari unsur legislatif, kegiatan ini juga turut dihadiri dan dilaksanakan oleh perwakilan dari Badan Dayah Aceh Utara. Sebagai lembaga yang memiliki tugas dan tanggung jawab langsung dalam pembinaan serta pengembangan dayah di Kabupaten Aceh Utara, partisipasi aktif badan ini sangat krusial dalam memastikan kenyamanan fasilitas pendidikan agama.
Tidak hanya itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Aceh Utara juga turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong tersebut. Kehadiran dinasan ini memperkuat sinergi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendukung program sosial dan pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Aceh Utara juga tidak ketinggalan memberikan kontribusi nyata. Dengan sumber daya manusia dan semangat kerja yang tinggi, personel Damkar ikut serta membersihkan lingkungan dayah, menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya terbatas pada tugas utama penanganan kebakaran, tetapi juga mencakup kepedulian sosial.
Kegiatan gotong royong ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan Dayah Darul Aman yang lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi para santri dalam menuntut ilmu, tetapi juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan Islam. Interaksi langsung antarinstansi dan pengelola dayah ini diharapkan dapat membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan positif ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kemajuan pendidikan agama dapat terus ditumbuhkembangkan di Aceh Utara. Dukungan dari berbagai elemen pemerintahan ini menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan lembaga pendidikan yang menjadi fondasi moral dan spiritual masyarakat.(Jufri).
